Presiden pertama sekaligus Bapak
proklamator kemerdekaan Republik Indonesia Ir. Soekarno atau yang akrab
dipanggil Bung Karno ini lahir di Blitar, Jawa Timur pada tanggal 06 Juni 1901.
Ayah beliau bernama Raden Soekemi Sosrodiharjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman
Rai. Tidak banyak waktu yang beliau habiskan bersama orang tuanya sewaktu
kecil, semasa SD hingga tamat, beliau tinggal di Surabaya, indekos di rumah
Haji Oemar Said Tjokroaminoto, yang selain seorang politis kawakan namun juga
pendiri Syarikat Islam. Selanjutnya beliau melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere
Burger School). Setelah lulus dari HBS beliau melanjutkan ke THS (Technische
Hoogerschool atau Sekolah Teknik Tinggi yang sekarang menjadi ITB. Ia berhasil
meraih selar "Ir" pada 25 Mei 1926. Sesuai dengan judul kita pada
sesi ini, maka tidak ada salahnya jika belajar dari A Life Story beliau, yang
mana besarnya Soekarno ada beberapa orang yang sangat menginspirasi sehinggalah
ia besar dan tumbuh sebagai orang yang mempunyai strategi-strategi di dalam
memperjuangkan kemerdekaan dan membangun bangsa ini menjadi bangsa yang
bermartabat dan disegani oleh dunia internasional pada zamannya. Sebelum
lebih lanjut kita membahas tentang orang-orang yang menginspirasi beliau ada
baiknya kita mengurai sedikit tentang sebuah pertanyaan untuk menilai diri
Soekarno dari sisi sejarah.
Apakah Soekarno bersar karena sejarah ataukah sejarah besar karena Soekarno, hal yang sangat wajar jika muncul pertanyaan seperti itu, karena walau bagaimana pun beliau telah menorehkan tinta emas dalam perjalanan sejarah Republik Indonesia pada zamannya atau bahkan dunia. Kemudian sejarah juga menelan beliau dalam-dalam semenjak Soeharto dengan orde barunya berkuasa. Namun hal itu tidak membuat Soekarno terlupakan dalam ingatan bangsa Indonesia, justru ia semakin besar dan semakin mendapatkan tempat di hati rakyat Indonesia. Kemudian muncul juga pertanyaan menguraikan sejarah sama menguraika benang kusut. Mengapa bisa sedemikiannya? karena sejarah memiliki sisi-sisi yang relatif, pembacaan terhadapnya juga sering mengalamai distorsi atau bahkan bias, yang akan "menyesatkan" masyarakat, sehingga keotentikan dan orisinalitas sejarah menjadi kabur. Apalagi debu-debu kekuasaan politik ikut di taburkan dalam aroma sejarah. Sehingga yang terjadi adalah pantulan sejarah yang bertambah bias., maka yang terjadi adalah pantulan sejarah yang hanya sesaat. Padahal sejarah merupakan cermin hidup dan kehidupan. Oleh karena itu menurut sejarawan Nourozzaman Shiddiqi menegaskan bahwa sejarah harus dibersihkan dari mitos dan propaganda. Saya masih ingat jika tidak salah dulu sewaktu SMP pada mata pejaran sejarah, guru kami waktu itu memberikan defenisi sejarah merupakan peristiwa masa lalu yang mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap perjalanan masyarakatnya baik itu di bidang politik, ekonomi sosial dan budaya, dan jika boleh kami tambahkan juga mempengaruhi kehidupan pada masa yang akan datang. Oleh sebab itu persepsi membaca sejarah jelas sangat dipengaruhi oleh nalar dan alam pikiran yang berkembang dalam suatu masyarakat pada kurun waktu sejarah tertentu. Ini merupakan keniscayaan, karena sejarah tidak bisa dilepaskan dengan masyarakat dan waktu sejarah itu berlangsung dan pengaruhnya pada kehidupan yang akan datang seperti yang kami kemukakan di atas. Dalam membaca sejarah kita juga harus mempunyai banyak referensi, baik itu mengenai tokoh dan tempat pelaku dari sejarah atau peristiwa itu terjadi. Dalam tarikh Islam kita di suguhkan tentang ketokohan 'Ali bin Abi Thalib krw yang akan menjadi bias-negatif karena yang menjadi rujukan sumbernya adalah karya-karya di era kejayaan Mu'awiyah bin Abi Shufyan dalam tradisi Dinasti Umayyah. Mu'awiyah merupakan "lawan politik" 'Ali bin Abi Thalib. Sehingga ketika berkuasa ia berkepentingan untuk membuat citra negatif tentang Ali dan anak keturunannya. Citra inilah yang kemudian menyebabkan terbunuhnya Husayn bin 'Ali krw di Padang Karbala, yang menitiskan sebuah dendam sejarah dalam lembaran sejarah umat islam. Kemudian munculnya tradisi Sunni-Syi'i lebih disebabkan persoalan sejarah akibat politik. Soekarno dilahirkan pada saat kondisi realistis dimana bangsa ini menjadi daerah jajahan bangsa asing, maka kemudian ia diharapkan tumbuh menjadi orang yang bisa membawa bangsanya menuju kemerdekaan dan telepas dari penjajahan itu. Kembali kepada orang-orang yang memberikan pengaruh besar didalam perjalanannya kelak, akan kami sajikan seperti uraian di bawah ini :
Apakah Soekarno bersar karena sejarah ataukah sejarah besar karena Soekarno, hal yang sangat wajar jika muncul pertanyaan seperti itu, karena walau bagaimana pun beliau telah menorehkan tinta emas dalam perjalanan sejarah Republik Indonesia pada zamannya atau bahkan dunia. Kemudian sejarah juga menelan beliau dalam-dalam semenjak Soeharto dengan orde barunya berkuasa. Namun hal itu tidak membuat Soekarno terlupakan dalam ingatan bangsa Indonesia, justru ia semakin besar dan semakin mendapatkan tempat di hati rakyat Indonesia. Kemudian muncul juga pertanyaan menguraikan sejarah sama menguraika benang kusut. Mengapa bisa sedemikiannya? karena sejarah memiliki sisi-sisi yang relatif, pembacaan terhadapnya juga sering mengalamai distorsi atau bahkan bias, yang akan "menyesatkan" masyarakat, sehingga keotentikan dan orisinalitas sejarah menjadi kabur. Apalagi debu-debu kekuasaan politik ikut di taburkan dalam aroma sejarah. Sehingga yang terjadi adalah pantulan sejarah yang bertambah bias., maka yang terjadi adalah pantulan sejarah yang hanya sesaat. Padahal sejarah merupakan cermin hidup dan kehidupan. Oleh karena itu menurut sejarawan Nourozzaman Shiddiqi menegaskan bahwa sejarah harus dibersihkan dari mitos dan propaganda. Saya masih ingat jika tidak salah dulu sewaktu SMP pada mata pejaran sejarah, guru kami waktu itu memberikan defenisi sejarah merupakan peristiwa masa lalu yang mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap perjalanan masyarakatnya baik itu di bidang politik, ekonomi sosial dan budaya, dan jika boleh kami tambahkan juga mempengaruhi kehidupan pada masa yang akan datang. Oleh sebab itu persepsi membaca sejarah jelas sangat dipengaruhi oleh nalar dan alam pikiran yang berkembang dalam suatu masyarakat pada kurun waktu sejarah tertentu. Ini merupakan keniscayaan, karena sejarah tidak bisa dilepaskan dengan masyarakat dan waktu sejarah itu berlangsung dan pengaruhnya pada kehidupan yang akan datang seperti yang kami kemukakan di atas. Dalam membaca sejarah kita juga harus mempunyai banyak referensi, baik itu mengenai tokoh dan tempat pelaku dari sejarah atau peristiwa itu terjadi. Dalam tarikh Islam kita di suguhkan tentang ketokohan 'Ali bin Abi Thalib krw yang akan menjadi bias-negatif karena yang menjadi rujukan sumbernya adalah karya-karya di era kejayaan Mu'awiyah bin Abi Shufyan dalam tradisi Dinasti Umayyah. Mu'awiyah merupakan "lawan politik" 'Ali bin Abi Thalib. Sehingga ketika berkuasa ia berkepentingan untuk membuat citra negatif tentang Ali dan anak keturunannya. Citra inilah yang kemudian menyebabkan terbunuhnya Husayn bin 'Ali krw di Padang Karbala, yang menitiskan sebuah dendam sejarah dalam lembaran sejarah umat islam. Kemudian munculnya tradisi Sunni-Syi'i lebih disebabkan persoalan sejarah akibat politik. Soekarno dilahirkan pada saat kondisi realistis dimana bangsa ini menjadi daerah jajahan bangsa asing, maka kemudian ia diharapkan tumbuh menjadi orang yang bisa membawa bangsanya menuju kemerdekaan dan telepas dari penjajahan itu. Kembali kepada orang-orang yang memberikan pengaruh besar didalam perjalanannya kelak, akan kami sajikan seperti uraian di bawah ini :
- Kedua Orang Tua : Orang tua merupakan sosok pertama di dalam kehidupan kita yang memberikan pendidikan kepada anak-anaknya tidak terkecuali Bung Karno, dari orang tua ini lah beliau mendapat berbagai macam pendidikan mulai dari disiplin, tata krama, mengayomi, rasa welas asih, toleransi, rasa senasib sepenanggungan dan masih banyak lagi nilai-nilai yang ditanamkan oleh orang tuanya kepada beliau. Pendidikan yang beliau dapatkan dari kedua orang tua ini lah yang kemudian sangat membantu di dalam perjalanan kehidupan selanjutnya, mulai dari poltik, dan karier-karier beliau lainnya, terutama pada peristiwa Rengadengklok yang ,mana beliau tidak serta merta langsung memproklamirkan kemerdekaan tetapi mengiktu konferensi di Saigon Vietnam karena waktu itu kekuatan Jepang masih sangat kuat. Dalam forum itu secara politis meminta pemerintah Jepang menarik pasukannya dari bumi Indonesia dengan memanfaatkan agresi militer sekutu. Tatkala peristiwa Rengasdengklok mencapai puncaknya dan konferensi Saigon berakhir maka Bung Karno berpesan kepada para pemuda Indonesia : "agar kalian tidak serta merta mengumandangkan apa yang kalian pikirkan, meskipun itu tentang kemerdekaan. Untuk menyelesaikan suatu masalah yang penting dan genting harus ada perencanaan dan pengorganisasian, juga pelaksanaan harus di sesuaikan dengan waktu yang tepat.
- Gajah Mada : Gajah Mada merupakan Mahapatih di kerajaan Majapahit sewaktu Hayam Wuruk berkuasa. Ada banyak hal yang menginspirasi Bung Karno dari Gajah Mada ini, mulai dari politik, ekonomi, kenegaraan, dan nasionalisme. Sumpah palapa merupakan sumpah yang terkenal yang di ucapkam oleh Mahapatih ajah Mada karena beliau tidak akan makan rempah-rempah sebelum seluruh nusantara ini berada di bawah kekuasaan Majapahit.
- Hayam Wuruk : Baik Gajah Mada maupun Hayam Wuruk banyak memberikan inspirasi kepada beliau dalam menjalankan pemerintahan dan memimpin bangsa Indonesia. "Ketika Gajah Mada berhasil melakukan penaklukan-penaklukan daerah-daerah baru, Hayam Wuruk sebagai Raja Majapahit melengkapinya dengan mendukung penanaman modal serta mengutus tenaga-tenaga ahli untuk membantu daerah taklukan itu menjadi semakin rela bergabung dengan Majapahit. Dan itu yang menjadikan mereka mengenal Majapahit."
- Sunan Kalijaga : Sunan Kalijaga merupakan anggota dewan walisongo, yang mana pendekatan yang di lakukan oleh beliau sangat relevan. Beliau langsung terjun ke tengah-tengah masyarakat hal ini lah yang membuat Sunan Kalijaga begitu dekat dan sangat di kenal oleh rakyat.
- Ronggowarsito : Ronggowarsito atau lebih dikenal dengan nama Raden Ngabehi Ronggowarsito adalah merupakan pujangga terakhir keraton Surakata. Banyak karya-karya Ronggowarsito yang mendunia, salah satunya adalah tentang falsafah hidup yakni yang berjudul "Serat Wirid Hidayat Jati" yang terkenal itu. Salah satu orasi yang terkenal dari Bung Karno yang mengatakan "Berilah aku seribu orang tua, maka akan ku cabut Semeru, dan berikanlah aku sepuluh pemuda, akan ku guncangkan dunia". Orasi ini merupakan inspirasi dari karya Ronggowarsito yang telah beliau tambahi dengan kata motivatif.
- HOS Tjokroaminoto : Atau yang dikenal dengan nama Haji Oemar Said Tjokroaminoto merupakan tokoh yang juga membentuk kepribadian Bung Karno untuk kuat dan tegar dalam menghadapi masa-masa sulit. Seperti yang kami kemukakan di atas bahwa sangat sedikit sekali waktu yang Bung Karno habiskan bersama orang tuanya, beliau lebih banyak menghabiskan dengan para tokoh yang membentuk kepribadiannya seperti HOS Tjokroaminoto ini. Dari HOS Tjokroaminoto ini Bung Karno tidak hanya mendapatkan pengajaran tentang pentingnya mengentaskan masyarakat dari kubangan keterpurukan, tetapi juga mendapatkan pengajaran tentang olah batin dan metafisik.
- Dr. Soetomo : Dr. Soetomo sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter Bung Karno sewaktu muda, beliau di ajarkan oleh Dr. Soetomo tentang pentingnya merangkul semua elemen menjadi satu. Dan dasar-dasar persahabatan yang kokoh, mewujudkan kekerabatan, hingga pedoman bahwa kita adalah bersaudara. Pendidikan inilah yang kemudian Bung Karno terapkan dalam berorganisasi sekaligus memimpin Indonesia.
- Jenderal
Soedirman : Hal
yang dipelajari oleh Bung Karno dari Jenderal Soedirman adalah kerendahan
hati beliau, dan yang patut di teladani juga dari Bung Karno ia tidak
merasa canggung atau malu untuk belajar dari orang lain walau pun itu
bawahannya sendiri. Keteguhan hati Jenderal Besar Soedirman terlihat pada
saat perang gerilya dan berbagai perang lainnya. Keteguhan hati Jenderal
Soedirman diperlihatkan beliau dengan semboyannya "Siapa pun musuh
yang dihadapi, kita harus menghadapinya." Semboyan itu juga
sangat menginspirasi Bung Karno di kemudian hari dengan mengatakan " Cercaan
apa pun yang menimpa. kita harus tetap teguh". Kata-kata inilah
yang benar-benar menginspirasi Bung Karno hingga di detik-detik
kejatuhannya. Seorang pemimpin menurut Bung Karno harus tahan ujian dan cercaan. Mengenai Jenderal Soedirman, lebih lanjut Bung Karno mengatakan, beliau harus menghadapi tiga musuh sekaligus selama berperang : (1) tentara sekutu; (2) kawan-kawan yang berkhianat, yang lari dari medan perang atau membelot ke tentara lawan, dan yang ke (3). penyakit yang menggrogoti tubuhnya. Namun, keteguhan hati Soedirman bisa mengalahkan ketiga musuh tersebut. Demikianlah pada sesi ini kami sajikan beberapa hal yang sangat menarik seputar tokoh-tokoh yang mempengaruhi Bung karno dalam perjalanan hidupnya dari sewaktu muda sampailah ia mencapai akhir kekuasaannya. Mudah-mudahan kita bisa mengambil hikmah dari perjalanan beliau, dan seperti yang beliau katakan "Jasmerah" Jangan sesekali-sekali melupakan sejarah, apatah lagi sejarah perjalanan proklamator kita ini dan sejarah bangsa Indonesia yang kita cintai, semoga.
Daftar Pustaka
-http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/01/biografi-presiden-soekarno.html
-Islam Ala Soekarno. Jejak Langkah Pemikiran Islam Liberal Indonesia, Maslahul Falah-SOEKARNO, The Leader Secret Of. Argawi Kandito


0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas kunjungan anda. Prabu Satmata merupakan blog yang penulis buat untuk menyalurkan minat terhadap karya tulis, hanya ingin berbagi bukan bermaksud ingin menggurui.