Copyright © Prabu Satmata
Design by Dzignine
Tampilkan postingan dengan label Spiritual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spiritual. Tampilkan semua postingan
Jumat, 02 Oktober 2015

KEBENARAN YANG TERLUPAKAN

Semoga kita bisa belajar bersama, semoga tidak terjadi kesalahfahaman di antara kita. Jika pun itu terjadi, semoga kita bisa saling memaafkan dengan tidak menyisakan rasa dendam dan sakit hati. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah di mana-mana.

Tulisan ini merupakan cuplikan dari buku yang ditulis oleh Eknath Eswaran, yang mana buku ini merupakan salah satu koleksi dari buku yang saya miliki, dan  bertema spiritual. Apa yang disampaikan oleh beliau, Eknath Eswaran dalam buku ini patut di apresiasi. Selain mengingatkan potensi dasar kita, juga menambah wawasan. Untuk memahami pesan para mistikus, para bijak, dan orang-orang suci kita hendaknya bisa memulainya dengan fikiran dan hati yang terbuka. 

Karena jika hati dan fikiran kita tidak cukup terbuka, apalagi dengan bekal doktrin dan dogma yang di cekoki kepada kita selama ini, akan sangat sulit sekali kita akan melihat kebenaran dari sisi mana pun, bukankah wajah-Nya ada di mana-mana? 

courtesy : internet
"Kata dharma, hukum, berasal dari kata dasar dalam bahasa Sanskerta; dhri, artinya mendukung. Yang mendukung kehidupan, menurut para mistikus, adalah prinsip kesatuan; yang menghancurkan kehidupan adalah lawannya, yaitu keterpisahan. 

Secara lembut dan penuh pengertian, para mistikus mengatakan kepada kita bahwa kita semata-mata melupakan kesatuan ini. Ini bukan berarti kita menyangkalnya, tetapi kita semata-mata telah melupakannya. Ada sebuah kisah indah dalam tradisi Hindu (sedikit tambahan bahwa kata Hindu berasal dari kata Shindu, yakni negeri yang memiliki 5 anak sungai yang mengalir. di mana wilayah kita Nusantara juga merupakan bagian dari peradaban yang sama), menggambarkan hal ini. Seorang pangeran muda diculik oleh sekawanan bandit, dibawa ke hutan, dan dibesarkan di sana, dan pangeran itu mempelajari kehidupan para bandit dalam merampok dan membunuh. Pangeran muda itu sama sekali melupakan warisan kebangsawanannya dan seluruh sifat-sifat kekerajaannya. Dia hidup seperti seekor binatang buas yang menyerang dan membunuh tanpa rasa bersalah.

Suatu hari guru spiritual keluarga kerajaan melewati hutan itu dan langsung mengenali anak muda itu. Dia memiliki ciri-ciri yang sama seperti rajanya, hidung yang sama, dan gaya berjalan yang sama pula, namun perilakunya sangat membahayakan orang lain. Lalu guru spiritual itu, dengan cinta kasih yang besar mengalir dari hatinya, mendekati anak muda tadi dan berkata, "Yang Mulia," Anak muda itu tak mengerti. Dia berkata,"Siapa Yang Mulia itu?" Dia berharap orang lain berkata, : kau si macan," "kau sang raja rimba."

Dia benar-benar telah lupa. Sang guru spiritual itu mengulang,"Saya berbicara dengan Tuan, Yang Mulia." Anak muda itu berkata, "Aku bukan 'Yang Mulia'-mu; aku penjahat. Suruh aku merampok, mintalah aku menghabisi nyawa orang, aku bisa melakukannya. Aku adalah penjahat Bonnie dan Clyde India kuno." karena tidak sedikit pun terpukul oleh jawaban itu, dan keyakinannya pada sifat manusia tak tergoyahkan, sang guru spiritual itu mendekati anak muda tadi, lalu merangkulnya, dan memulai menceritakan masa kecil anak muda itu--bagaimana ayahnya biasa memanggulnya di pundaknya, bagaimana kehidupannya di jalani di istana. 

Lambat laun sang pangeran  mulai mengingatnya. Dia berkata, "Terus, teruskan!" sang guru spiritual melanjutkan cerita-cerita lucu seputar masa kanak-kanaknya di istana. Akhirnya pemuda itu berkata, "Sekarang aku baru ingat. Aku bukan orang jahat atau biadab. Aku hanya lupa. Kau telah membantuku mengingat kembali, kau adalah temanku yang paling hebat." Dan pangeran muda itu pun pulang ke istana menemui ayahnya, sang raja".* 

Cerita yang di paparkan di atas mungkin salah satu kisah hidup kita, anda dan saya. Oleh sebab itu hendaknya kita bisa mengembangkan potensi dasar  yang kita memilki., yaitu kebaikan. Akhir-akhir ini kita melihat pemberitaan diberbagai media bahwa terjadi arus pengungsian dari negara-negara yang mengalami konflik dan perang. Para pengungsi ini berharap bahwa negara yang mereka tuju dapat memberikan mereka keamanan dan kenyamanan. Demikianlah telah hilangnya rasa kemanusiaan yang disebabkan oleh konflik yang tidak berkesudahan karena manusia melupakan potensi dasarnya sebagaimana yang di sampaikan oleh penulis buku ini. 

Semoga bisa menjadi renungan kita bersama.  

*(EKNATH ESWARAN, CLIMBING THE BLUE MOUNTAIN, Panduan untuk Perjalanan Spiritual. Gramedia Pustaka, Jakarta. 2001,halaman 41)





Minggu, 15 September 2013

Aku dan Tentang Keramat Gunung Kute



 
        Percaya atau pun tidak, namun inilah kenyataannya yang aku alami. Kisah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, tatkala aku masih muda, sekarang pun masih muda, gagah dan kacak kok… kiks kiks….. Lanjut ke kisahku.. maka aku pun mengenal dan menjalin hubungan dengan seorang wanita yang waktu itu masih berstatus mahasiswi. Hubungan ini sangat mesra layaknya hubungan para remaja lainnya, sangat mesra sekali, aku masih ingat dia mengatakan bahwa rasa humor dan suka bercandaku yang membuat ia semakin sayang padaku,,, uhuiii…… tanpa terasa hubungan itu berjalan selama tujuh bulan lamanya… Tibalah masanya ia akan libur semester dan akan pulang ke kampung halamannya dalam waktu dekat sekitar 2 bulan lamanya. Aku cukup sedih dan merasa kehilangan sekali sewaktu ia pulang dan aku mengantarnya ke Airport….
Minggu, 04 November 2012

Keajaiban Qiyamullail

Dustur Ilahi

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. [Q. S. Thaha {20} 14]. 


     Ini merupakan pengalaman yang paling mengesankan sampai detik ini bahkan mungkin seumur hidupku. Kisah ini terjadi sekitar tahun 2007 yang lalu, saat itu aku masih menjalin hubungan dengan seorang wanita yang memikat hatiku dan berniat ingin menikahinya. Sesuatu hal yang wajar dan manusiawi sekali mengingat usiaku sudah 26 tahun dan sudah waktunya untuk berumah tangga.  Sewaktu hubungan itu berjalan sekitar setahun, maka muncul keraguan di dalam hati ini setelah mengevaluasi hubungan itu, dengan memperhatikan sikap dan tingkah lakunya yang memang berubah. Apalagi setelah kematian bapaknya yang secara tidak langsung bukan hanya dia yang sikapnya berubah terhadapku, tetapi juga anggota keluarganya yang lain. Mungkin saja ada orang lain yang ingin di nikahi dengannya mengingat secara finansial dan kehidupan yang akan datang aku tergolong orang yang biasa-biasa saja.
Minggu, 09 September 2012

Karma Yoga

Penyerahan cinderamata berupa buku Karma Yoga




Pada tanggal 09 Desember 2011 yang lalu, sewaktu pelantikan kepengurusan DPC Ikatan Advokat Indonesia Kota Tanjungpinang periode 2011 - 2013 di hotel Comport KM. 9 Tanjungpinang, yang mana abang kami Helmi SH, dilantik langsung oleh Ketua DPP IKADIN Bapak DR. H. Todung Mulya Lubis SH. LLM. Yang menarik pada acara itu adalah sewaktu pemberian cinderamata yakni berupa buku "KARMA YOGA BAGI ORANG MODERN", yang merupakan buah karya Bapak Anand Krishna. Terlihat di gambar di atas yakni : Bapak DR. H Todung Mulya Lubis SH. LLM, saya sendiri, abang kami Helmi SH, Bapak Edward Mushalli yang mewakili Ibu Walikota Tanjungpinang Hj. Suryatati A. Manan, kemudian yang berjilbab kuning merupakan staf bidang Hukum dan HAM provinsi Kepulauan Riau yang mana beliau mewakili Bapak Gubernur H. Muhammad Sani, baik Walikota maupun Gubernur malam itu berhalangan hadir dikarenakan ada rapat paripurna di DPRD Kota Tanjungpinang. "I am not looking for job", "saya sedang tidak mencari pekerjaan", ya inilah yang dikemukakan oleh abang kami Helmi SH pada saat pidatonya beliau mencontohin apa yang pernah d sampaikan oleh Bapak DR. H. Todung Mulya Lubis SH. LLM sewaktu di angkat sebagai ketua DPP IKADIN pusat. Kata -kata inilah yang membuat aku sangat tertarik, kemudian beliau menambahkan bahwa sesuatu pekerjaan yang jika diserahkan bukan kepada ahlinya maka tunggulah kehancurannnya, sebagaimana yang dituntunkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW. Dan acara ini juga saya anggap sebagai kuliah umum tentang Hukum dan penegakannya d Indonesia. Dengan membaca karya ini kita semakin terinspirasi untuk mempunyai etos kerja yang paripurna, yaitu kerja keras, kerja cerdas, dan ikhlas.
Jumat, 07 September 2012

Kisah Para Lanun

          Sebelum tulisan ini di teruskan untuk ditulis, penulis seperti didatangi sosok orang yang berjubah hitam dan membuat penulis cukup gelisah namun hal itu tidak membut surut untuk menyelesaikannya, yang mengherankan lagi setelah tulisan ini selesai sosok itu pun pergi dan penulis pun tenang kembali. Sebuah pengalaman yang membuat bulu kuduk berdiri.

          
         Cerita dari negeri antah berantah yang cukup menarik untuk dibaca, dan jikalau bisa pun untuk di ambil hikmah: Dengan memperhatikan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi informasi yang berkembang dewasa ini bahwa apa yang kita kenal dengan nama perompak di tengah laut atau lebih dikenal  dengan nama bajak laut ataupun lanon kata orang-oarang tua dulu, telah melakukan berbagai macam inovasi dan strategi baru untuk merampok ditengah laut. Laut yang menjadi sumber pendapatan mereka telah kehilangan berbagai macam tangkapan untuk dijarah, karena banyaknya patroli petugas di tengah laut, sehingga membuat mereka mencari lahan baru untuk dijadikan sumber mata pencaharian apalagi menjelang bulan puasa dan hari raya ini. 

     
Kamis, 06 September 2012

Sekelumit Tentang Basmalah

Sekelumit tentang Basmalah… 

Teman-teman (kata teman-teman ini kami contoh dan kami tiru dari abang kami Helmi Krishnawan yang juga merupakan Ketua Ikatan Advokat Indonesia Kota Tanjungpinang. Kalimat teman-teman terlihat sangat sederhana namun mengandung pesan yang cukup mendalam, teman-teman juga berarti menyangkut kebersamaan, kekompakan suatu tim dan yang jauh lebih penting adalah berkesadaran bahwa ia mempunyai teman, mempunyai kawan yang harus diperhatikan yang harus dirawat rasa persaudaraan itu kemudian terjadi keharmonisan hubungan saat ini, saat sekarang, dan yang akan datang), kita tentunya sangat hafal betul dan bahkan sudah mendarah daging kalimat basmalah ini, yang lengkapnya berbunyi “BISMILLAHIRRAHMAA NIRRAHIEM, yang jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia adalah “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.