![]() |
| Gambar : Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia |
Tanpa terasa sejak di proklamasikannya Kemerdekaan Republik Indonesia oleh Bapak Proklamator kita Ir. Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945 yang lalu, pada tahun 2012 ini kita memasuki usia yang ke 67 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Dan hal itu akan semakin terasa lagi pada tanggal 10 November 2012 ini kita juga memperingati momen penting sekaligus sangat bersejarah, yaitu Hari Pahlawan Nasional. Hal itu berawal dari kota Surabaya yang mana Bung Tomo dengan semangat yang gigih dan membara dengan segenap pemimpin negara lainnya bersatu bersama seluruh rakyat dalam menghadapi tentara sekutu yang di boncengi oleh NICA (Netherlands Indies Civil Administration). Perjuangan itu harus di bayar mahal oleh bangsa Indonesia. Peristiwa heroik yang terjadi pada tanggal 10 November 1945 di Surabaya ini menelan banyak korban, baik di kalangan sekutu maupun bangsa Indonesia sendiri. Dengan gagah dan beraninya para pejuang menurunkan dan menyobek bendera berwarna merah putih dan biru itu sehingga yang tersisa adalah warna merah putihnya saja dan itu terjadi tepatnya di hotel Yamato Surabaya.
Kita terus bergerak dan maju melangkah menapaki masa depan setelah melewati sejarah panjang perjalanan bangsa yang penuh dengan perjuangan, pengorbanan, apakah itu harta benda maupun nyawa sekalipun. Oleh sebab itu bapak Proklamator kita Ir. Soekarno dengan ucapannya yang cukup terkenal yakni "Jasmerah", jangan sesekali melupakan sejarah" adalah sangat tepat. Karena walaubagaimana pun kehidupan kita tidak bisa terlepas dari ketiga kondisi yang sangat mempengaruhi perjalan sejarah kita selaku umat manusia di muka bumi ini, yakni masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Lantas apa yang terjadi sekarang ini? kita seperti kehilangan jati diri sebagai anak bangsa, disintegarasi mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Negara yang kaya akan segala macam sumber daya alam ini sekarang tercatat sebagai negara yang memiliki hutang yang cukup besar hingga mencapai sekitar Rp. 2000 Triliun, dan di perkirakan setiap warga yang berjumlah sekitar 250 juta jiwa ini menanggung hutang sebesar Rp. 8.100.000,-. dan itu juga termasuk bayi yang sedang dikandung oleh ibunya telah menanggung hutang itu. Sangat ironis sekali kondisi bangsa sekarang ini, kita juga bisa melihat baik di media cetak maupun elektronik para elit politik kita sibuk dengan agenda yang serba wah, dengan menawarkan berbagai program untuk menarik simpati rakyat agar mendukung mereka, semangat merah putih terlupakan, sehingga bangsa ini terkotak-kotakkan dengan berbagai bendera yang bermacam-macam, mungkin inilah konsekuensi yang harus kita ambil dari sebuah negara yang mengusung sistem pemerintahan berdemokrasi.
Sejarah juga mencatat bahwa salah satu contoh negara yang dengan sistem pemerintahan demokrasi yang tertua adalah Amerika Serikat, sebagaimana yang dikemukanan oleh Abraham Lincoln yang merupakam presiden ke 16, menjabat sejak 4 Maret 1861 hingga terjadi pembunuhannya, yang mendefinisikan demokrasi itu adalah "suatu pemerintahan yang oleh rakyat, dari rakyat dan untuk rakyat". Seperti yang kita katakan di atas bahwa negara dengan sistem pemerintahan demokrasi tertua di dunia adalah Amerika Serikat, yakni sejak kemerdekaan negara itu pada tanggal 4 Juli 1776 Masehi. Itu artinya usia negara ini telah mencapai 236 tahun pada tahun 2012 ini.
Pada abad ke-20, dikatakan juga bahwa abad ke-20 ini merupakan abad era politik dimana setiap negara jajahan menginginkan kemerdekaan dan terlepas dari negara yang menjajahnya. Dari Amerika Serikat kita beralih ke Turki. Sebelum terbentuknya sistem pemerintahan modern seperti dewasa ini Turki merupakan pusat pemerintahan terakhir Islam seluruh dunia yakni Kerajaan Usmani kemudian berubah menjadi negara republik pada tahun 1923.Yang semula kerajaan ini merupakan kekhalifahan islam yang kemudian menjadi kerajaan yang secara turun-temurn mewariskan kekuasaannya kepada keturunannya. Sehingga sistem kekahlifahan sudah tidak murni lagi, sehingga Sulthan Abdul Hamid II di asingkan di Selonika, biang keladi semua ini adalah Inggris dengan bantuan Musthafa Kemal Pasha yang merupakan boneka Inggris yang keturunan yahudi sengaja di ciptakan untuk meruntuhkan Turki dari dalam. Hal itu diperparah dengan hilangnya rasa hormat generasi muda terhadap sulthan dan sistem pemerintahan Islam. Semenjak itu negara-negara arab di Timur Tengah memproklamirkan negara masing-masing seperti Arab Saudi, Irak, Iran dan negara-negara arab lainnya melepaskan diri dari kekuasaan Turki Usmani ini. Maka berakhirlah pemerintahan kekhilafahan Islam di dunia.
Setelah kita melihat kejatuhan Turki Usmani maka selanjutnya adalah, sejarah juga mencatat bagaimana berdirinya negara zionis Israel pada 14 Mei 1948 diantara tokoh yang berpengaruh dan ternama Theodore Herzl. Bangsa yahudi mempunyai sejarah yang panjang, sekian berabad-abad lamanya mereka hidup dalam pengasingan dan terlunta-lunta tanpa arah tujuan yang pasti. Sejak berdirinya negara Israel ini, keturunan yahudi yang tersebar di eropa dan belahan dunia manapun dihimbau untuk pualng ke negara yang baru terbentuk ini. Hingga sekarang populasi mereka semakin berkembang, dan tanah Palestina yang dulunya luas sekarang hanya tinggal berapa persen saja. Inilah sekilas tentang berdirinya negara-negara yang dulunya merupakan jajahan atau daerah kolonial kemudian berontk mendirikan negara sendiri.
Namun perjalanan bangsa Indonesia sangat berbeda dengan perjalanan sejarah bangsa lain, kita merdeka karena keringat dan darah perjuangan para pahlawan kita yang menolak penjajahan di atas muka bumi sebagaimana tercantum di dalam Undang-Undang Dasar 1945 kita. Apa yang kami paparkan tentang bangkitnya negara-negara lain di Timur Tengah menjadi negara-negara yang berdiri sendiri itu secara tidak langsung juga menginspirasi para tokoh-tokoh kita untuk merdeka dan lepas dari para penjajah tersebut, namun tahukah kita bahwa sebagai negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah ruah ini telah menjadi target atau tempat yang paling potensial untuk dikeruk dan di jadikan komoditas utama untuk membangun negara yang menjadi mitra di masa depan. Di dalam buku Ecomists With Gun, Amerika Serikat, CIA dan Munculnya Pembangunan Otoriter Rezim Orde Baru, sangat banyak sekali fakta yang di ungkap. Di antaranya bagaimana kudeta terhadap Presiden Soekarno di rencanakan dengan matang, saling tarik menarik pengaruh antara Uni Soviet dan Amerika Serikat terhadap Indonesia. Yang pada tahun 1957 CIA juga berusaha menjatuhkan Presiden Soekarno dengan membuat propaganda dengan menciptakan film biru yang mana pemerannya di buat mirip dengan sang Presiden, karena waktu itu kunjungan Presiden Soekarno ke Uni Soviet. Namun hal itu tidak berhasil.
Gedung putih juga mengkhawatirkan berkembangnya Partai Komunis Indonesia yang semakin pesat, sekaligus mewanti-wanti jika-jika Indonesia jatuh dalam pelukan komunis. Maka setelah terjadinya peristiwa G 30 S PKI.pada tahun 1965 usaha untuk menggulingkan Presiden Soekarno baru bisa berjalan lancar. Buku ini juga menjelaskan peran CIA yang membantu Soeharto untuk merebut kekuasaan itu. Sejak kejatuhan Presiden Soekarno dengan di tolaknya pidato pertanggungjawaban beliau di Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara ke-IV yang berjudul "Nawaksara" pada tahun 1967, yang mana terlebih dahulu yang dilakukan oleh Soeharto adalah menyingkirkan orang-orang yang loyal kepada Presiden Soekarno. CIA (Central Intelligence Agency) mengatakan kejatuhan Presiden Soekarno ini sebagai keberhasilan tertinggi di Asia Tenggara.
Maka pada 12 Maret 1967 Soeharto diangkat sebagai Pejabat Presiden Indonesia oleh MPR Sementara. Setahun kemudian, pada tanggal 27 Maret 1968 dia resmi diangkat sebagai Presiden untuk masa jabatan lima tahun yang pertama. Semenjak itu negara kita dalam kepemimpinan rezim militer yang di dukung oleh Amerika Serikat, di buku "Ecomists With Gun, Amerika Serikat, CIA dan Munculnya Pembangunan Otoriter Rezim Orde Baru" ini juga di ungkapkan pembangunan Indonesia menuju modernisasi semuanya harus mengikut contoh dan model Amerika Serikat. Rezim yang telah berkuasa lebih kurang 32 tahun itu akhirnya runtuh sejak pecahnya peristiwa reformasi yang terjadi pada Mei 1998. Sampai sekarang di tahun 2012 ini menyisakan sebuah pekerjaan rumah yang sangat berat di hadapi oleh bangsa ini, seluruh kekayaan alam kita sebagian besar telah di kuasai oleh pihak asing, sebut saja Freeport, belum lagi kekayaan alam lainnya.
Sangat ironis sekali, negara yang sangat kaya dengan sumber daya alam yang melimpah ruah ini masih terseok-seok untuk bangkit dari keterpurukan, bangkit dari ketertinggalan dengan negara lain. Persoalan korupsi yang juga meraja lela. Kita juga terus berkonflik sesama anak bangsa, semoga dengan momen Hari Pahlawan Nasional ini kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran atas perjuangan para pahlawan dan Founding Father kita.
Dari Berbagai Sumber.
![]() |
| Gambar : Perluasan wilayah Israel yang di ambil dari tanah-tanah Palestina |
![]() |
| Gambar : Salah satu buku koleksiku |
Gedung putih juga mengkhawatirkan berkembangnya Partai Komunis Indonesia yang semakin pesat, sekaligus mewanti-wanti jika-jika Indonesia jatuh dalam pelukan komunis. Maka setelah terjadinya peristiwa G 30 S PKI.pada tahun 1965 usaha untuk menggulingkan Presiden Soekarno baru bisa berjalan lancar. Buku ini juga menjelaskan peran CIA yang membantu Soeharto untuk merebut kekuasaan itu. Sejak kejatuhan Presiden Soekarno dengan di tolaknya pidato pertanggungjawaban beliau di Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara ke-IV yang berjudul "Nawaksara" pada tahun 1967, yang mana terlebih dahulu yang dilakukan oleh Soeharto adalah menyingkirkan orang-orang yang loyal kepada Presiden Soekarno. CIA (Central Intelligence Agency) mengatakan kejatuhan Presiden Soekarno ini sebagai keberhasilan tertinggi di Asia Tenggara.
Maka pada 12 Maret 1967 Soeharto diangkat sebagai Pejabat Presiden Indonesia oleh MPR Sementara. Setahun kemudian, pada tanggal 27 Maret 1968 dia resmi diangkat sebagai Presiden untuk masa jabatan lima tahun yang pertama. Semenjak itu negara kita dalam kepemimpinan rezim militer yang di dukung oleh Amerika Serikat, di buku "Ecomists With Gun, Amerika Serikat, CIA dan Munculnya Pembangunan Otoriter Rezim Orde Baru" ini juga di ungkapkan pembangunan Indonesia menuju modernisasi semuanya harus mengikut contoh dan model Amerika Serikat. Rezim yang telah berkuasa lebih kurang 32 tahun itu akhirnya runtuh sejak pecahnya peristiwa reformasi yang terjadi pada Mei 1998. Sampai sekarang di tahun 2012 ini menyisakan sebuah pekerjaan rumah yang sangat berat di hadapi oleh bangsa ini, seluruh kekayaan alam kita sebagian besar telah di kuasai oleh pihak asing, sebut saja Freeport, belum lagi kekayaan alam lainnya.
Sangat ironis sekali, negara yang sangat kaya dengan sumber daya alam yang melimpah ruah ini masih terseok-seok untuk bangkit dari keterpurukan, bangkit dari ketertinggalan dengan negara lain. Persoalan korupsi yang juga meraja lela. Kita juga terus berkonflik sesama anak bangsa, semoga dengan momen Hari Pahlawan Nasional ini kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran atas perjuangan para pahlawan dan Founding Father kita.
Dari Berbagai Sumber.





0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas kunjungan anda. Prabu Satmata merupakan blog yang penulis buat untuk menyalurkan minat terhadap karya tulis, hanya ingin berbagi bukan bermaksud ingin menggurui.